Floca.id - Bagi sebagian laki-laki, seks yang berlangsung lama mungkin terasa seperti pencapaian tersendiri. Ada anggapan bahwa semakin lama bertahan saat penetrasi, semakin hebat pula performa di ranjang. Padahal, kepuasan seksual tidak sesederhana itu.
Mengutip AskMen , durasi penetrasi dalam kehidupan nyata ternyata bisa jauh lebih singkat daripada yang dibayangkan. Survei terhadap anggota Society for Sex Therapy and Research menemukan bahwa durasi penetrasi yang paling sering dilaporkan berkisar tiga hingga tujuh menit.
Sementara itu, penelitian multinasional yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Medicine mencatat median durasi penetrasi sekitar 5,4 menit. Angka ini bukan patokan ideal, melainkan gambaran bahwa seks tidak harus berlangsung puluhan menit agar terasa memuaskan.
Jangan Sampai Sibuk Bertahan hingga Lupa Menikmati
Keinginan untuk bertahan lebih lama terkadang membuat laki-laki terlalu sibuk memikirkan kapan akan mencapai orgasme. Alih-alih menikmati momen bersama pasangan, perhatian justru tertuju pada performa sendiri.
Padahal, ada banyak cara untuk menjaga pengalaman seksual tetap menyenangkan tanpa harus memaksakan durasi. Mengatur tempo, memperlambat gerakan ketika gairah meningkat, atau berganti aktivitas intim bisa memberi ruang bagi kedua pasangan untuk menikmati momen tersebut.
Komunikasi juga tidak kalah penting. Membicarakan sentuhan yang disukai dan hal-hal yang membuat pasangan nyaman dapat membantu keduanya memahami kebutuhan masing-masing.
Cerita lainnya dari Floca:
Pasangan Sulit Orgasme? Ini yang Perlu Dipahami soal Kenikmatan Seks Perempuan
Orgasme Bukan Berarti Keintiman Harus Berakhir
Bagaimana jika laki-laki mencapai orgasme lebih dahulu? Bukan berarti pengalaman seksual harus langsung selesai. Jika kedua pasangan masih ingin melanjutkan, keintiman bisa diteruskan melalui sentuhan atau aktivitas lain yang sama-sama nyaman.
Tentu, setiap orang memiliki respons seksual berbeda. Ada pasangan yang menikmati penetrasi singkat, ada pula yang membutuhkan lebih banyak waktu dan stimulasi. Karena itu, tidak ada satu durasi yang bisa dijadikan ukuran kepuasan semua orang.
Jika ejakulasi terjadi lebih cepat dari yang diinginkan secara berulang dan menimbulkan tekanan, berkonsultasi dengan dokter bisa membantu menemukan solusi yang tepat.
Pada akhirnya, seks bukan perlombaan untuk melihat siapa yang paling lama bertahan. Sebab, yang lebih penting bukan sekadar berapa menit penetrasi berlangsung, melainkan bagaimana kedua pasangan menikmati pengalaman tersebut bersama-sama. (ikh)
(Foto Cover: Pixabay lenahelfinger)