Floca - Santai Sambil Update

collapse
Home / Raga / Penyintas Kanker Payudara Masih Bisa Pakai KB? Ini yang Perlu Diketahui
Penyintas Kanker Payudara Masih Bisa Pakai KB? Ini yang Perlu Diketahui

Penyintas Kanker Payudara Masih Bisa Pakai KB? Ini yang Perlu Diketahui

2026-10-29  Ikhsan Digdo  39 views

Floca.id - Setelah menjalani pengobatan kanker payudara, perempuan mungkin masih memiliki kebutuhan untuk menunda atau merencanakan kehamilan. Namun, memilih alat kontrasepsi tidak bisa dilakukan sembarangan karena kondisi kesehatan dan riwayat pengobatan perlu menjadi pertimbangan.

Dalam rangka Pink Month atau Bulan Kesadaran Kanker Payudara, Andalan Kontrasepsi melalui platform Sahabat Andalan mengingatkan pentingnya memilih metode KB yang sesuai, termasuk bagi perempuan yang pernah mengalami kanker payudara.

Menurut data Global Cancer Observatory dari International Agency for Research on Cancer (IARC) yang dikutip dalam siaran pers, Indonesia diperkirakan mencatat lebih dari 93 ribu kasus baru kanker payudara. Sekitar 257 ribu perempuan juga hidup dengan diagnosis kanker payudara dalam lima tahun terakhir.

Mengapa KB Nonhormonal Perlu Dipertimbangkan?

Dokter Thesa Ananda Prima, Medical Advisor DKT Indonesia dan Andalan Kontrasepsi, menjelaskan bahwa perempuan dengan riwayat kanker payudara tetap berhak merencanakan kehamilan dan memilih kontrasepsi.

“Namun, pilihan KB tidak bisa disamakan untuk semua orang. Riwayat kanker, jenis pengobatan, dan kondisi kesehatan masing-masing perlu menjadi pertimbangan agar metode yang digunakan benar-benar sesuai, dan IUD adalah salah satu pilihan KB yang bisa digunakan,” jelas dr. Thesa dalam keterangan resmi yang diterima floca.id , Kamis (29/10).

Salah satu metode yang dapat dipertimbangkan adalah IUD tembaga, yaitu alat kontrasepsi dalam rahim yang tidak mengandung hormon. Metode ini memiliki efektivitas lebih dari 99 persen dalam mencegah kehamilan dan dapat digunakan selama beberapa tahun, bergantung pada jenis produknya.

IUD tembaga juga bersifat reversibel, sehingga kesuburan dapat kembali setelah alat dilepas. Meski begitu, kesesuaiannya tetap perlu dinilai oleh tenaga medis berdasarkan kondisi masing-masing perempuan.

 

 

Cerita lainnya dari Floca:

Pil KB, Langkah Kecil Perempuan Merencanakan Masa Depan  

 

Jangan Memilih Kontrasepsi Tanpa Konsultasi

Kontrasepsi hormonal membutuhkan perhatian khusus bagi perempuan dengan riwayat kanker payudara karena sebagian jenis kanker ini sensitif terhadap hormon. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menentukan metode KB.

“Banyak perempuan mungkin belum mengetahui bahwa tersedia pilihan KB tanpa hormon, seperti IUD tembaga. Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi penyintas kanker payudara. Namun, pemilihan metode KB tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan agar benar-benar sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing,” tambah dr. Thesa.

Bagi perempuan yang membutuhkan informasi lebih lanjut, Halo DKT dan Sahabat Andalan menyediakan konsultasi KB gratis bersama dokter dan bidan melalui WhatsApp di 08111-326-459. Layanan tersebut juga membantu pengguna mencari bidan terdekat.

Memahami pilihan kontrasepsi dapat membantu perempuan merencanakan kehamilan dengan lebih terarah. Bagi penyintas kanker payudara, keputusan tersebut sebaiknya menjadi bagian dari konsultasi kesehatan yang mempertimbangkan kebutuhan reproduksi sekaligus riwayat medis. (ikh)

Foto Cover: Christine Sandu

 


Share: